Pengertian phase dan jenis modulasi

7:13 AM 0

Phase  adalah  besar  sudut  dari  sinyal  analog  pada saat  tertentu. Phase  pada  sudut  0o,90o,180o,270o  dan 360o

Dengan  menggunakan  tiga  veriabel  tersebut,  maka  akan  diperoleh tiga  jenis  modulasi,  yaitu:
   Amplitudo Modulation (AM) Modulasi  ini  menggunakan  amplitudo  sinyal  analog  untuk  membedakan dua  keadaan  sinyla digital.  Pada AM,  frekuensi  dan  phase  sinyal  tetap, sedangkan  yang berubah-ubah  adalah  amplitudonya Dengan  cara  ini,  maka  keadaan  1  (high)  sinyal  digital  diwakili  dengan tegangan  yang dimiliki  keadaan  0  (low)  sinyal  digital.  Penerima cukup membedakan  mana sinyal  yagn lebih besar  amplitudonya dan  mana yang  lebih  kecil,  tanpa  perlu  memperhatikan  bentuk sinyal  tersebut untuk  mendapatkan  hasilnya.  Kalau  penerima  harus menerima  sinyal analog  murni,  perbedaan  bentuk  yang sedikit  saja  sudah  menunjukan perbedaan  hasil. Cara  ini  adalah  cara yang paling  mudah  dalam  melakukan  modulasi, tetapi  juga paling  mudah  mendapatkan  pengaruh/gangguan  dari  kondisi media tranmisinya.

  Frequency  Modulatio  (FM) Modulasi  ini  mempergunakan  frekuensi  sinyal  analog  untuk membedakan  dua  keadaan  sinyal  digital.  Pada  FM,  amplitudo dan phase  tetap,  tetapi  frekuensinya berubah-ubah Jadi  keadaan  sinyal  digital  dibedakan  atas  dasar  besar  kecilnya frekuensi  sinyal  analog.  Cara  ini  cukup  sulit,  tetapi  juga akan  cukup terlindung dari  gangguan  yang  berasal  dari  media  transmisinya.

  Phase Modulation  (PM) Modulasi  jenis  ini  menggunakan  perbedaan  sudut  fase  dari  sinyal  nalog untuk  membedakan  dua  keadaan  dari  sinyal  digital.  Pada cara ini, amplitudo dan  frekuensi  tidak  berubah,  tetapi  phase-nya berubahubah Cara  ini  merupakan  modulasi  yang  palinga  baik,  tetapi  paling  sulit. Bentuk  PM  paling  sederhana  adalah  pergeseran  sudut  phase  180 derajat  setiap  penyaluran  bit  0  dan  tidak  ada  pergeseran  sudut  bila bit  1 disalurkan.  Dengan  cara  tersebut  maka  bit  yang  disalurkan  sama dengan  band  rate.

Pengertian amplitudo dan frekuensi

7:05 AM 0

Amplitudo  merupakan  ukuran  tinggi  rendahnya tegangan  dari  sinyal analog.

Frekuensi  adalah  jumlah  gelombang  sinyal  analog dalam  waktu satu  detik.

Pengertian sinyal analog

7:00 AM 0
   Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang sambung-menyambung atau kontinu, tidak ada perubahan tiba-tiba dan mempunyai besaran, yaitu amplituda dan  frekuensi.Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan tranmisi data dapat mencapai jarak  yang jauh, tetapi  sinyal  ini terpengaruh  oleh  noise.  Gelombang pada  sinyal  analog  umumnya berbentuk  sinusoidal  yang memiliki  tiga  variabel  dasar,  yaitu amplitudo, frekuensi  dan  phase. 

Pengertian PHYSICAL LAYER

6:52 AM 0
PHYSICAL  LAYER (Lapisan  fisik)di  dalam model  referensi  OSI  yang mana  merupakan  karakteristik  perangkat  keras yang  fungsinya untuk  mentransmisikan  sinyal  data baik  itu  data  analog maupun data digital.  Selain itu  physical  layer  juga  merupakan  sarana sistem  untuk  mengirimkan data  ke perangkat  lain  yang  terhubung  di  dalam suatu  jaringan  komputer.
 
     Lapisan  fisik  (physical  layer)  adalah  lapisan  terbawah  dari  model referensi  OSI,  di  mana lapisan  ini  berfungsi  untuk  menentukan  karakteristik dari  kabel  yang digunakan untuk  menghubungkan  komputer  dalam jaringan.  Pada sisi  transmitter,  lapisan  fisik  menerapkan  fungsi  elektris, mekanis  dan  prosedur  untuk  membangun,  memelihara dan  melepaskan sirkuit  komunikasi  guna  mentranmisikan  informasi  dalam  bentuk  digit binear  ke  sisi  receiver.  Sedangkan  lapisan  fisik  pada sisi  receiver  akan menerima  data dan  mentransmisikan  ke lapisan  atasnya.

Process Enacapsulation pada mode OSI

8:18 PM 0


Process Encapsulation Adalah process pemecahan suatu pesan kedalam paket-2, penambahan control dan informasi lainnya, dan kemudian mentransmisikan pesan tersebut melalui media transmisi. Anda harus faham betul proses pengiriman pesan ini.
  Ada 5 macam step pada proses data encapsulation:
 1. Layer bagian atas menyiapkan data yang akan dikirim melalui jaringan
 2. Layer transport memecah data kedalam potongan-2 yang disebut segmen, menambah informasi urutan dan juga informasi control.
 3. Layer network mengkonversikan segmen kedalam paket-2, menambah logical jaringan, dan menambah address piranti.
 4. Layer Data link mengkonversikan paket-2 kedalam frame-2, menambahkan informasi address phisik dari piranti.
 5. Layer physical mengkonversikan frame-2 kedalam bit-2 untuk ditransmisikan melalui media transmisi.

Gunakan ringkasan berikut:
 1. Layer bagian atas – Data
 2. Layer Transport – Segment
 3. Layer Network – paket yang mengandung address logical
 4. Layer Data link – frame yang mengandung address physical
 5. Layer Physical – bits

Komunikasi antar prianti jaringan

8:07 PM 0
Komunikasi antar piranti jaringan Piranti-2 jaringan bisa berkomunikasi antar sesama dikarenakan bahwa piranti-2 tersebut menjalankan protocol stack yang sama, walaupun mereka menggunakan system operasi yang berbeda. Data yang dikirim dari satu piranti berjalan turun ke protocol stack dibawahnya melalui media transmisi, dan kemudian naik ke protocol stack pada sisi piranti lawan komunikasinya. Kedua belah piranti yang saling berkomunikasi harus menggunakan protocol stack yang sama. Suatu pesan data yang dikirim dari satu piranti ke piranti yang lain berjalan melalui proses seperti berikut:
1. Pesan data dipecah kedalam paket-2
2. Setiap protocol didalam stack menambahkan informasi control kedalam paket, meng-enable fitur-2 seperti inkripsi dan error check. Setiap paket biasanya mempunyai komponen berikut: Header , Data , dan Trailer.
3. Pada layer physical, paket-paket dikonversikan kedalam format electrical yang tepat untuk ditransmisikan.
4. Protocol pada masing-2 layer yang berhubungan pada sisi piranti lawannya (pada sisi penerima) akan menghapus header dan trailer yang ditambahkan saat pengiriman. Paket-2 tersebut kemudian disusun kembali seperti data aslinya.  

Catatan:
   Informasi header dan trailer yang ditambahkan pada masing-2 layer OSI dimaksudkan untuk bisa dibaca oleh komputer penerima. Misal, informasi yang ditambahkan pada layer transport pada sisi komputer pengirim akan diterjemahkan oleh layer transport juga pada sisi komputer penerima. Makanya interaksi komunikasi layer OSI ini sering dijelaskan sebagai komunikasi antar paket layer.
 Header – Header paket mengandung informasi berikut:
1. Address asal dari komputer pengirim 2. Address tujuan dari pesan yang dikirim
3. Informasi untuk mensinkronkan clock
Data – Setiap paket mengandung data yang merupakan:
 1. Data real dari aplikasi, seperti bagian dari file yang dikirim
 2. Ukuran data bisa sekitaran 48 bytes sampai 4 kilobytes
Trailer – Trailer paket bisa meliputi:
 1. Informasi error-checking
 2. Informasi control yang lain yang membantu pengiriman data

Protocol jaringan pada mode OSI

7:55 PM 0
Protocol Jaringan Protocol pada level application bekerja pada layer bagian atas dari model OSI, yaitu: Application; Presentation; Session. Protocol-2 ini melakukan pertukaran data dan komunikasi applikasi-to-applikasi. Protocol-2 pada level transport (yaitu transport dan network layer) menjalin sesi komunikasi antar komputer menjamin bahwa data ditransmisikan dengan handal; dan menghadirkan routing antar jaringan. Protocol-2 pada level physical membentuk hubungan dengan layer bagian bawah dari model OSI (Data link dan Physical layer). Protocol-2 ini menangani informasi; melakukan error-checking; dan mengirim permintaan kirim ulang – (retransmit request). Catatan: Beberapa protocol berada pada lebih dari satu level protocol, sehingga protocol-2 bisa jadi tidak klop secara tepat dengan model-2 jaringan.Hal ini dikarenakan suatu protocol dimaksudkan untuk memenuhi suatu tugas tertentu dalam komunikasi, yang mana tidak selalu berhubungan dengan suatu bentuk model.